Berbicara tentang tanah tercinta, Tasikmalaya. Saya teringat beberapa catatan dan celotehan.
Dengar, kata Tasik saja, kita teringat tentang tukang kiriditnya (tukang kredit), Rhoma Irama si Raja Dangdut juga berasal dari tasik, para pengrajin ayaman bambu, pandan, bordier, kelom geulis,payung geulis, kampung naga dan terakhir gempa tasik yang cukup mengguncang 2 bulan kebelakang.
Tukang kredit memang melekat dengan orang tasik. Tukang kredit, berasal dari dua kata, tukang dan kredit. Kata tukang menggambarkan sebuah profesi, sedangkan kredit adalah sebuah aktifitas. Tukang kredit adalah orang yang berprofesi dengan aktifitas kredit. Kredit berasal dari bahasa Latin “credere” artinya percaya. Karena itulah kredit dalam arti luas adalah kepercayaan. Maksud dari percaya di sini, adalah adanya kepercayaan dari si pemberi kredit adalah kepada si penerima kredit bahwa kredit yang disalurkannya pasti akan dikembalikan sesuai dengan perjanjian. Sedangkan bagi si penerima kredit merupakan penerimaan kepercayaan sehingga mempunyai kewajiban untuk membayar sesuai dengan jangka waktu. Aktifitas tukang kiridit tasik sudah terjadi sejak tahun 70-an hingga sekarang. Para Tukang kredit menyebar di beberapa kota besar di Indonesia . Aktifitas mereka sangat khas, memberikan kredit barang khususnya pada yang miskin, sasaran mereka adalah para ibu-ibu rumah tangga. Barang yang dikreditkan pun biasanya ketel,panci, termos, payung, bahkan kompor dan sebagainya. Tak heran jika mereka (tukang kredit)berkeliling , sepeda nya akan penuh dengan aneka jenis barang .
Tukang kredit terbagi menjadi dua, yaitu tukang kredit laki-laki dan tukang kredit perempuan. Tukang kredit laki-laki biasanya pergi ke kota merantau menjadi tukang kredit, sedangkan tukang kredit perempuan berada di desa-desa. aktifitas mereka sama, menawarkan kredit barang dengan sistem kepercayaan, dan sistem pembayarananya tidak rumit, bisa harian, mingguan, atau bulanan.
Para tukang kiridit tasik biasanya mereka satu keluarga besar. Tukang kiridit yang berhasil ia akan membawa saudaranya ke kota kemudian dilatih menjadi tukang kredit, sistem latihannya juga tidak rumit, biasanya mendampingi dulu, ikut mengenali medan, bagaimana cara berkomunikasi dengan sasaran(konsumen), mengamati kreditur untuk meyakinkan bahwa nanti ia tidak akan susah ditagih, mengenali medan, mengenal toko-toko yang menjual barang murah tetapi kualitasnya bagus yang akan dijadikan mitra. Tukang kredit baru biasanya dikenalkan untuk memiliki sikap ulet, sabar dalam menghadapi konsumen, rajin dan kepandaian menghitung.
Keberadaan tukang kredit bagi mereka yang miskin sangat dibutuhkan, sebab cukup terbantu mereka dalam pemenuhan barang-barang rumah tangga. Sayang, sering dengan pergeseran jaman para tukang kredit mulai terpinggirkan, padahal potensi dan keberadaan sangat baik. Keberadaan tukang kredit kadang dipandang sebagai rentenir yang melipatgandakan uang, padahal sistem kredit tukang kiridit berdasarkan kepercayaan dan persetujuan. Kelipatannya pun tidak terlalu besar, dan objeknya bukan uang, tapi objek yang ditawarkannya adalah barang. Seperti itu pandangan saya. Mungkin teman-teman punya pandangan lain.
Para tukang kiridit tasik, mereka tidak kaya. Hidup mereka sederhana, hanya memang pendapatan yang diperoleh biasanya dibelikan untuk membeli tanah, sawah dan dikampungnya. Regenerasi tukang kredit dalam keluarga besarnya memang menarik. Mereka memiliki ikatan kuat, terlihat dalam pembagian lahan sasaran kreditnya, terlihat juga dalam sistem melatih (mentranfer) kemampuan menjadi tukang kiridit bagi tukang kiridit baru. Jika anda pernah melihat film dokumenter karya Amirul Arham tentang sosok Muhamad Yunus dengan Garmeen Banknya di Bangladesh , tentu kita teringat dengan tukang kiridit tasik. O ya, film dokumenter ini mendapatkan hadiah nobel perdamaian tahun 2006.
Orang tasik ternyata perantau yang ulung juga, buktinya para tukang kredit menyebar diberbagai daerah. Meski diakui, tukang kredit tidak hanya berasal dari tasik, tetapi juga ada yang orang Ciamis. Melalui orang tasik juga lah sistem kiridit dikenal diberbagai daerah. Keberadaan tukang kiridit bahkan menjadi ide lagu Bang Ben (Benyamin, seniman Betawi), lagunya berjudul Tukang Kiridit...
Masih adakan mereka (tukang kiridit) ditahun-tahun mendatang?